Thursday, May 1, 2008

Jenny Gadis Yang Cantik

Jenny, gadis cantik kecil berusia 5 tahun dan bermata indah. Suatu hari ketika ia dan ibunya sedang pergi berbelanja, ia melihat sebuah kalung mutiara tiruan yang sangat indah, harganya pun cuma 2.5 dolar. Ia sangat ingin memiliki kalung tersebut dan mulai merengek kepada ibunya, akhirnya sang ibu setuju, katanya, ” Baiklah anakku, tetapi ingatlah meskipun kalung itu sangat mahal, ibu akan membelikannya untukmu. Nanti sesampainya dirumah, kita buat daftar pekerjaan yang harus kamu lakukan sebagai gantinya. Biasanya Nenek selalu memberimu uang pada hari Ulang Tahunmu, itu juga harus kamu berikan kepada ibu.”

”Okay,” kata Jenny setuju.

Merekapun lalu membeli kalung tersebut. Setiap hari Jenny dengan rajin mengerjakan pekerjaan yang di tulis dalam daftar oleh ibunya. Uang yang diberikan oleh neneknya pada hari Ulang Tahunnya juga diberikannya kepada ibunya. Tidak berapa lama, perjanjiannya dengan ibunya pun selesai. Ia mulai memakai kalung barunya dengan rasa sangat bangga. Ia selalu memakai kalung itu kemanapun ia pergi. Ke sekolah taman kanak-kanaknya, ke supermarket, bermain bahkan pada saat ia tidur, kecuali pada saat mandi. "Nanti lehermu jadi hijau," kata ibunya.

Jenny juga memiliki seorang ayah yang sangat menyayanginya. Setiap menjelang tidur, sang ayah selalu membacakan sebuah buku cerita untuknya. Pada suatu hari seusai membacakan cerita, sang ayah bertanya kepada Jenny; "Jenny, apakah kamu sayang ayah?"

”Pasti, yah. Ayah tahu betapa aku menyayangi ayah."

"Kalau kau memang mencintai ayah, berikanlah kalung mutiaramu pada ayah."

"Yaa... ayah, jangan kalung ini. Ayah boleh ambil mainanku yang lain, Ayah boleh ambil Rosie, bonekaku yang terbagus, Ayah juga boleh ambil pakaian-pakaiannya yang terbaru tapi jangan ayah ambil kalungku..."

"Ya anakku, tidak apa-apa... tidurlah." Ayah Jenny lalu mencium keningnya dan pergi, sambil berkata: "Selamat malam anakku, semoga mimpi indah."

Seminggu kemudian setelah membacakan cerita ayahnya bertanya lagi: "Jenny apakah kamu sayang ayah?"

"Pasti, Yah. Ayah kan tahu aku sangat mencintaimu. "

"Kalau begitu, boleh ayah minta kalungmu?"

"Yaa, jangan kalungku..., Ayah ambil Ribbons, kuda-kudaanku. .. Ayah masih ingat kan ? Itu mainan favoritku. Rambutnya panjang dan lembut. Ayah bisa memainkan rambutnya, mengepangnya dan sebagainya. Ambillah Yah, Asal ayah jangan minta kalungku..."

"Sudahlah nak, lupakanlah," kata sang ayah.

Beberapa hari setelah itu Jenny mulai berpikir, kenapa ayahnya selalu meminta kalungnya? dan kenapa ayahnya selalu menanyai apakah ia sayang padanya atau tidak? Beberapa hari kemudian ketika ayah Jenny membacakan cerita, Jenny duduk dengan resah. Ketika ayahnya selesai membacakan cerita, dengan bibir bergetar ia mengulurkan tangannya yang mungil kepada ayahnya sambil berkata: "Ayah..., terimalah ini.." Ia lepaskan kalung kesayangannya dari genggamannya, dan dengan penuh kesedihan kalung tersebut berpindah ke tangan sang ayah... Dengan satu tangan menggenggam kalung mutiara palsu kesayangan anaknya, tangan yang lainnya mengambil sebuah kotak beludru biru kecil dari kantong bajunya. Di dalam kotak beludru itu terletak seuntai kalung mutiara yang asli, sangat indah dan sangat mahal... Ia telah menyimpannya begitu lama untuk anak yang dikasihinya. Ia menunggu dan menunggu agar anaknya mau melepaskan kalung mutiara plastiknya yang murah, sehingga ia dapat memberikan kepadanya kalung mutiara yang asli.

Begitu pula dengan dengan Tuhan kita. Seringkali Ia menunggu lama sekali agar kita mau menyerahkan segala milik kita yang palsu yang kita anggap sangat berharga dan sering kali ternyata tak bernilai & menukarnya dengan sesuatu yang sangat berharga. sesuai dengan rencana Tuhan, yang pastinya indah pada waktunya.

Syaloom

Pembaca terkasih untuk edisi kali ini salam perpisahan kami berikan satu artikel mengenai doa, yang mungkin bisa membuat doa kita terutama di bulan Rosario ini lebih bermakna,


Doa by Bayu Wicaksono


Doa adalah memanjatkan hati dan pikiran kita kepada Allah untuk berkomunikasi dengan-Nya. Kita harus berdoa karena:
a. untuk menyembah Allah, untuk berkata kepada-Nya bahwa Dialah yang menciptakan kita dan bahwa kita bergantung dalam segala hal kepada-Nya.

b. untuk berterima kasih kepada Allah atas segala rahmat karunia yang telah diberikan-Nya kepada kita.

c. untuk meminta ampun dari Allah atas dosa-dosa kita.

d. untuk meminta pertolongan Allah dalam segala hal.

Kapankah kita harus berdoa? Setiap hari, khususnya pada waktu:
a. pada pagi hari, untuk mempersembahkan hari ini kepada Allah dan meminta pertolongan-Nya dalam menghadapi godaan-godaan hari ini.
b. sepanjang hari, terutama ketika ada godaan.
c. pada malam hari, untuk berterimakasih kepada Allah atas berkat karunia pada hari itu dan untuk meminta ampun kepada-Nya atas dosa-dosa yang telah kita lakukan pada hari itu.
d. sebelum dan setelah makan.

Apakah Allah selalu mendengar doa-doa kita? Ya, tetapi Dia tidak selalu memberikan apa yang kita minta, karena kita tidak selalu tahu apa yang terbaik bagi kita dan kadang-kadang kita meminta hal-hal yang bisa berakibat buruk bagi diri kita.

Selain doa-doa seperti Bapa Kami dan Salam Maria, kita mesti sering berdoa langsung dari hari kita dengan kata-kata kita sendiri. Doa-doa kita yang terbaik seringkali dilakukan bahkan tanpa mengejawantahkan pikiran-pikiran kita dalam kata-kata. Ini disebut "berdoa dalam kata-katamu sendiri tanpa kata-kata". Sebutan lain bagi hal ini adalah doa pikiran atau meditasi. Berdoa dengan cara ini barang lima-belas atau dua-puluh menit setiap hari adalah salah satu cara yang terbaik untuk membangun persahabatan dengan Tuhan kita.

Amat baik untuk berdoa di siang hari dengan doa-doa singkat, seperti "Yesus, aku mengasihimu." "Ya Tuhan, saya mempersembahkan pekerjaan saya saat ini bagi dosa-dosa saya," "Ya Yesus, kasihanilah."

Tidak harus berlutut pada waktu berdoa, akan tetapi dengan sambil berlutut, ini bisa membantu menciptakan sikap perilaku dan semangat doa yang sesuai pada waktu berdoa, terutama pada waktu doa pagi dan doa malam.

Tuesday, April 1, 2008

Greetings From Daniel

Salam Damai dalam Kristus,

Pembaca yang terkasih,

Redaksi ingin berbagi cerita, suatu cerita yang cukup menarik tentang kekhawatiran.

Adalah seorang bernama Daniel, berkunjung ke sahabat lamanya, seorang petani. Setibanya ia di sana, ia terkejut melihat penderitaan sahabatnya. Maka, bertanyalah Daniel, ”Sahabatku apa yang terjadi ? Apakah panenmu tahun ini gagal ?”

”Aku tidak mempunyai hasil apa pun tahun ini,” jawab sahabatnya dengan sedih. ” Oh, maafkan aku, tapi tidakkah kamu mendapatkan hasil dari pohon-pohon kapasmu ?” tanya Daniel penuh rasa iba.

” Tidak, karena aku tidak menanam pohon kapas satu pun, aku takut kutu-kutu yang ada di benih kapas merusak pohon-pohon yang akan tumbuh itu,” jawab petani itu. ”Lalu bagaimana dengan gandummu ? Biasanya panen gandummu sangat bagus....,” sambung Daniel. ”Aku tidak menanam gandum juga, karena kupikir tahun ini tidak akan turun hujan,” jawabnya sedih.

”Kalau begitu, apakah kamu menanam kentang ?” tanya Daniel penuh harap. ”Tidak, aku tidak menanam kentang juga, karena takut belalang akan menyerang dan memakan habis tanaman kentangku,” jawabnya kemudian. Kini Daniel mengerti mengapa sahabatnya tidak mendapatkan hasil panen apa pun tahun ini. Rupanya petani tersebut terlalu mengkhawatirkan segala sesuatu dalam hidupnya, sehingga ia tidak melakukan apa pun, yang akibatnya ia tidak mendapatkan apa pun.

Nah, pembaca apakah kita terkadang melakukan hal yang sama dengan si Petani itu? Mungkin kita bisa memetik sesuatu dari cerita di atas, yaitu serahkanlah kekhawatiran kita pada Tuhan, dan biarlah sebagai umatNya kita tetap berusaha.

April News

Congratulation

Selamat Ulang Tahun buat warga Kring kita yang ber ulang tahun di bulan April ini yaitu bagi :

Bapak-bapak : Anak-anak terkasih :
* Hengky Elsen Thomas
* Brigitta Nelson Tedjowidjojo
* Sebastianus Setiawan Chandra
* Hansen Fenady
* Robert Irwan
* Jeremya Purba
* Louis Panggantara

Ibu-ibu :
* Oey Darry L. Wijaya
* Bernadetha Yelly
* Priscilia Betekeneng
* Ika Laswanto
* Priscilia Prisca
* Maria Magdalena
* Vincent Kurniawan
* Monique Sudhana
* Richard Aurelius Dawson
* Florensia Santi Mokodompit

Kami ucapkan juga Selamat Ulang Tahun Perkawinan bagi pasangan-pasangan yang berbahagia ini :

1. Jimmy Hamonangan Purba & Lastiarida Agustina Sinurat
2. Petrus Kertaratana & Litisia Lisra

Welcome

Dalam bulan April 2008 ini kita mendapatkan banyak warga baru, baik yang datang dari luar kota ataupun hanya pindah lingkungan saja.

Selamat bergabung dengan Kring Santa Maria Immaculata bagi :
· Keluarga Robert Irwan - Shinta Suryawati
· Keluarga Angelina Evi
· Keluarga F.C. Heri Winata Halim – Legina Madonna Purba

Announcement
· Mohon partisipasi warga untuk latihan koor, karena pada hari Minggu, tanggal 20 April 2008 pukul 17.30 Wita Kring kita Santa Maria Immaculata mendapat tugas koor.
· Kita telah mengadakan doa bulanan selama bulan Maret 2008 di rumah Kel. Anton Wu, Kel. Priscilla Yanti, Kel. Romanus Basuki. SIAPA MENYUSUL ????
· Selama masa pra Paskah kring kita telah mengadakan Pendalaman iman yang dilaksanakan di rumah Kel. Suprapto, Kel. Petrus Kertaratana, Kel. Patrick Dwi Elizer.

Profil Bendahara II

Profil kita kali ini adalah Ibu Agatha Ana, yang lebih di kenal dengan panggilan akrabnya Ibu Ana, saat ini menjabat sebagai Bendahara 2 di kepengurusan Kring Santa Maria Immaculata Periode 2007-2009 ini.

Lahir di Nanga Pinah, pada tanggal 5 Februari 1970, merupakan anak pertama dari 3 ber saudara. Menyelesaikan pendidikannya di sekolah Katolik SD Emmanuel, SMP Bruder dan SMA Santo Paulus Pontianak. Setelah lulus SMA Ana bekerja di perusahaan yang bergerak di bisnis kayu yaitu di PT. Kayu Mukti mulai tahun 1990 - 2000 dan pekerjaan ini di lakoni sambil menyelesaikan kuliah D3 di Widya Dharma pada tahun 1993.

Perkenalannya dengan Bapak Ismail William berawal pada bulan Maret 1993. Karena seringnya bertemu, terutama di toko pakaian milik teman mereka di Pontianak ternyata di lanjutkan ke jenjang yang lebih serius. Pasangan ini menikah pada tanggal 11 Juni 1995 di Pontianak, percaya bahwa menikah cukup sekali dan percaya bahwa William takut akan Tuhan dan dosa, sayang dengan keluarga sehingga perkawinan mereka bisa terus langgeng seperti sekarang walau aral dan rintangan dalam perkawinan selalu ada mereka telah berhasil melewatinya dan sekarang keluarga harmonis ini telah dikaruniai 3 orang buah hati. Setelah menikah keluarga muda ini pernah tinggal di Banjarmasin selama hampir setahun pada Februari – Oktober 2000, baru pada tahun 2001 keluarga Ana dan William pindah ke Balikpapan, karena tuntutan tugas suami.

Selain di aktif di kepengurusan Kring, Ana juga aktif di IWABA sebagai Sekretaris 1 dan di Peribnas sebagai anggota. Kedua organisasi ini adalah organisasi di lingkungan perbankan, ini ada kaitannya dengan jabatan suami Ibu Ana, yang menjabat sebagai salah satu pimpinan di Bank Danamon di Balikpapan.

Story Telling

Alkisah ada seorang penebang pohon yang sangat kuat. Dia melamar pekerjaan pada seorang pedagang kayu, dan dia mendapatkannya. Gaji dan kondisi kerja yang diterimanya sangat baik. Karenanya sang penebang pohon memutuskan untuk bekerja sebaik mungkin.

Sang majikan memberikan sebuah kapak sambil menunjukkan area kerjanya. Hari pertama sang penebang pohon berhasil merobohkan 18 batang pohon. Sang majikan sangat terkesan dan berkata, "Bagus, bekerjalah seperti itu!"

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari sang penebang pohon bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 15 batang pohon. Hari ketiga dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hanya berhasil merobohkan 10 batang pohon. Hari-hari berikutnya pohon yang berhasil dirobohkannya makin sedikit. "Aku mungkin telah kehilangan kekuatanku", pikir penebang pohon itu.

Dia menemui majikannya dan meminta maaf, sambil mengatakan tidak mengerti apa yang terjadi. "Kapan saat terakhir kau mengasah kapak?" sang majikan bertanya."Mengasah? Saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak. Saya sangat sibuk mengapak pohon," katanya.

Kehidupan kita sama seperti itu. Seringkali kita sangat sibuk sehingga tidak lagi mempunyai waktu untuk mengasah kapak. "Di masa sekarang ini, banyak orang lebih sibuk dari sebelumnya, tetapi mereka lebih tidak berbahagia dari sebelumnya. Mengapa? Mungkinkah kita telah lupa bagaimana caranya untuk tetap tajam?

Tidaklah salah dengan aktivitas dan kerja keras. Tetapi tidaklah seharusnya kita sedemikian sibuknya sehingga mengabaikan hal-hal yang sebenarnya sangat penting dalam hidup, seperti kehidupan pribadi, menyediakan waktu untuk membaca, dan lain sebagainya.

Kita semua membutuhkan waktu untuk tenang, untuk berpikir dan merenung, untuk belajar dan bertumbuh. Bila kita tidak mempunyai waktu untuk mengasah kapak, kita akan tumpul dan kehilangan efektifitas. Jadi mulailah dari sekarang, memikirkan cara bekerja lebih efektif dan menambahkan banyak nilai ke dalamnya.

Dan kita sebagai umat Katolik untuk mengasah kapak IMAN kita tentu saja satu-satunya cara adalah dengan banyak BERDOA dan Bersekutu dgn TUHAN! Tull gak:)

send by Yanti

Just Info

send by Yanti

  1. Buat anda penggemar barbeque atau penggemar sate , jangan lupa setelah makan ayam bakar, ikan bakar atau sate makanlah timun sesudahnya ! Kenapa ? Karena pada saat kita makan ikan bakar, ayam bakar atau sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang dapat menyebabkan kanker.

Makanan yang di bakar atau di panggang mempunyai zat karsinogen ( penyebab kanker) sedangkan timun mempunyai zat anti karsinogen, jadi jangan lupa ya setelah makan barbeque jangan lupa makan timun yang banyak....................................................!

2. Tahukah anda kalau sesudah makan udang kita tidak boleh makan vitamin C ? Karena makan vitamin C sesudah makan udang akan menyebabkan keracunan dari racun arsenik (As) yang merupakan proses reaksi dari udang dan vitamin C di dalam tubuh dan berakibat keracunan yang fatal dalam hitungan jam.


Boleh percaya boleh nggak ?
Tapi lebih baik sedia payung sebelum hujan
dari pada kebasahan, tul nggak ?.