Showing posts with label Greetings. Show all posts
Showing posts with label Greetings. Show all posts

Sunday, March 1, 2009

Greeting !

Salam Damai dalam Kristus !

Pembaca terkasih,
Terlebih dulu redaksi mohon maaf atas keterlambatan terbitnya Warta Kring edisi Pebruari ini, yang disebabkan sesuatu dan lain hal.
Bulan Februari adalah bulan yang selalu identik dengan cinta dan kasih sayang, baik buat keluarga, teman dan yang pastinya buat ...... insan pasang yang sedang dilanda cinta. Dalam bulan Februari ini, sepertinya kita di ingatkan, baik oleh acara-acara televisi maupun barang-barang/pernak pernik yang di jual di toko-toko atau pun di mal-mal , baik berupa coklat, kue, boneka, bunga dan semua yang seba berwarna pink. Valentine Day yang jatuh pada tanggal 14 Pebruari, biasanya memang bisa sedikit melepaskan kita dari rutinitas untuk menunjukkan kasih sayang, terutama kepada orang-orang kita kasihi.
Lalu apakah kita yang katanya sudah mengenal cinta, mengalami jatuh cinta, sudah mengerti dan memahami arti cinta yang sesungguhnya, mungkin artikel di bawah ini bisa sedikit memberi tambahan pemahaman tentang cinta ( Artikel diambil dari blog Pudjiono).
Alkisah, di suatu pulau kecil tinggallah berbagai benda abstrak. Ada yang bernama ‘Cinta’, ‘Kesedihan’, ‘Kegembiraan’, ‘Kekayaan’, ‘Kecantikan’ dan lainnya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datanglah badai menghempas pulau kecil itu dan meyebabkan permukaan air laut tiba-tiba naik dan tampaknya akan menenggelamkan pulau itu.
Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu permukaan air laut semakin naik dan membasahi kakinya.
Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu, “Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!,” teriak Cinta. “Aduh! Maaf, Cinta!,” kata Kekayaan “Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagi pula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.” Lalu Kekayaan cepat-cepat pergi mengayuh perahunya. Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya. “Kegembiraan! Tolong aku!,” teriak Cinta. Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak dapat mendengar teriakan Cinta. Permukaan air laut semakin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta pun semakin panik.
Tak lama lewatlah Kecantikan “Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!,” teriak Cinta “Wah, Cinta kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu pergi. Nanti kau akan mengotori perahuku yang indah ini,” sahut Kecantikan. Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itulah lewat Kesedihan “Oh kesedihan, bawalah aku bersamamu!,” kata Cinta. “Maaf. Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..,” kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta pun putus asa.
Ia merasakan permukaan air laut makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat yang kritis itulah tiba-tiba terdengar suara “Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!” Cinta menoleh ke arah suara itu dan cepat-cepat naik ke perahu itu, tepat sebelum air laut menenggelamkannya. Di pulau terdekat, Cinta turun dan perahu itu langsung pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta menyadari bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa yang menolongnya. Cinta segera bertanya pada penduduk pulau itu. “Yang tadi adalah ‘Waktu’,” kata penduduk itu “Tapi, mengapa ia menyelamatkan aku? Aku tidak mengenalinya. Bahkan teman-temanku yang mengenalku pun enggan menolong” tanya Cinta heran “Sebab HANYA WAKTULAH YANG TAHU BERAPA NILAI SESUNGGUHNYA DARI CINTA ITU

Sunday, February 1, 2009

Greetings

Salam Damai dalam Kristus,
Pembaca Terkasih, Tahun 2008 sudah kita lewati dan kita memasuki tahun 2009. Di awal tahun yang baru ini, sebagian besar dari kita telah menyusun rencana dan resolusi untuk di capai di tahun yang akan datang. Untuk itu, ada satu artikel yang pas untuk kita telaah bersama, yang Redaksi ambil dari Renungan Harian.
Pagi itu saya menuju warnet, untuk mengirimkan naskah yang akan dimuat dalam sebuah majalah. Ketika membuka inbox dari webmail saya, ada email baru dari beberapa teman. Dengan asyiknya saya baca email satu persatu, lalu saya membuka juga sejumlah situs lain, memantau dan men-download (kalau ada artikel yang saya minati). Sekitar 1 jam kemudian, saya keluar dari warnet itu, dalam perjalanan pulang saya teringat, astaga, naskah tadi malah belum jadi saya kirimkan.
Memiliki suatu sasaran adalah suatu hal yang biasa. Namun mempertahankan fokus untuk mencapai sasaran yang sudah di tetapkan acapkali kita abaikan. Kita berlimpah dengan rencana dan keinginan, namun terbata-bata terkadang lupa dalam menindaklanjuti pencapaiannya. Kita tidak memiliki komitmen, disiplin dan ketekunan yang memadai untuk menyelesaikan rencana itu. Kita tidak menjadikan rencana itu sebagai prioritas. Hasilnya ? Paling tidak, kejengkelan dan ketertundaan seperti yang saya alami tadi. Dalam perkara yang lebih serius, tentu saja akibatnya juga akan lebih parah.
Awal tahun ini banyak orang menyusun resolusi dan target, paling tidak bagi dirinya sendiri. Mungkin keinginan untuk menurunkan berat badan, mungkin cita-cita untuk menulis sebuah novel, mungkin pula kerinduan untuk memenangkan jiwa bagi Kristus. Itu baru satu tahap. Tahap berikutnya, siapkah kita, sepanjang tahun ini, mengembangkan komitmen, disiplin, dan ketekunan yang di perlukan untuk mewujudkannya ? ( By Arie Saptaji)

Pembaca terkasih, Apakah di tahun 2009 kita berani membuat target dan berusaha terus berkomitmen untuk mewujudkannya. Semoga.

Thursday, January 1, 2009

Greeting

Salam Damai dalam Kristus,

Pembaca Terkasih, beberapa hari lagi kita akan merayakan Natal. Kita kembali akan disibukkan dengan persiapan-persiapan untuk menyambut Natal tersebut. Persiapan untuk Natal bukan hanya dilakukan oleh orang Kristen dan Gereja saja, tapi oleh hampir semua orang dan pusat perbelanjaan dengan Christmas Sales-nya, Tak ketinggalan ikan hiu di Sea World pun merayakannya. Apakah Natal hanya sekedar pesta dan perayaan? Apakah Natal sekarang identik dengan baju baru, sepatu baru, dan lain-lain yang serba baru? Apakah Natal harus penuh dengan kemewahan ?

Perayaan Natal yang pertama kalinya dilakukan adalah suatu Natal yang sederhana. Bukan Maria dan Yusuf tidak mampu, sehingga memilih sebuah kandang dan palungan untuk anaknya. Atau apakah Allah tidak mampu memilih “Maria” lain yang merupakan seorang puteri Raja atau bangsawan, sehingga Yesus sebagai Putra Allah mendapatkan tempat yang lebih layak. Oleh karena itu Natal haruslah melambangkan suatu sikap rendah hati dan kerelaan mau berkorban atau memberi untuk orang lain.

Ketika Natal kita mengetahui makna Natal adalah waktu memberi bagi orang lain. Apakah yang telah kita berikan, untuk sesama kita dan Tuhan ?
Ada tiga hal yang patut kita renungkan dalam hal “memberi” yakni:

1. Memberikan dirimu kepada Tuhan. Tujuan utama Kristus lahir di dunia ini adalah membawakan keselamatan bagi orang yang percaya pada-Nya. Ketika kita menjadi “orang-orang yang diselamatkan”, namun tidak menyerahkan diri kita sepenuhnya untuk “dipakai” oleh Tuhan, maka apa artinya keselamatan yang kita peroleh. Natal melambangkan sikap rendah hati dan kerelaan mau berkorban untuk orang lain. Sudahkah kita dengan sikap rendah hati dan rela “dipakai” oleh-Nya untuk orang lain bagi kemuliaan nama-Nya ?

2. Memberikan dirimu kepada sesamamu. Seringkali kita sebagai orang Kristen menjadi seorang yang egois, yang tidak pernah “memberikan” keselamatan yang kita peroleh untuk orang lain. Jangankan untuk orang lain, untuk saudara seiman pun kita seringkali terlalu egois. Tidak pernah menjadi sahabat bagi saudara seiman kita. Terlalu banyak pertimbangkan untuk bersahabat, padahal dia adalah saudara seiman. Terlalu banyak orang merasa kesepian dan hampa di sekitar kita, termasuk dalam gereja dan lingkungan di mana kita berada. Ingat natal adalah melambangkan suatu sikap rendah hati dan kerelaan mau berkorban atau memberi kepada sesama. Sudahkah kita melakukannya, walaupun kepada orang yang paling kita benci ?

3. Memberikan harta kita untuk orang lain.
Natal adalah momen yang tepat untuk memberi, namun seringkali orang terjebak. Jika bukan Natal, jarang sekali kita orang Kristen mau memberi. Padahal begitu banyak orang-orang yang mengalami kemiskinan dan kesusahan, yang memerlukan bantuan tidak hanya pada hari Natal saja. Ketika kita diberikan sedikit harta duniawi, sudahkah kita menyisihkan sedikit untuk mereka? Sudahkah kita mempunyai hati yang tulus dalam memberi? Kita jadi teringat dengan kata-kata pengemis kecil dalam bis ”Gopek (Rp. 500,-) dan Ceceng (Rp. 1.000,-) kan tidak membuat Anda menjadi miskin”.

Marilah kita memikirkan kembali makna Natal yang sesungguhnya, dan biarlah di tahun ini Natal itu selalu ada dalam hati kita semua, menjadikan diri kita sebagai “hadiah Natal” terindah buat sesama, agar setiap hari dalam hidup kita adalah Natal untuk sesama. AMIN.

Monday, December 1, 2008

Greetings

Salam Damai dalam Kristus,

Pembaca terkasih, Warta Kring Sta. Maria Immaculata Edisi Nopember 2008 ini hadir kembali kendati sangat terlambat tiba di tangan Anda karena adanya sedikit hambatan teknis. Untuk keterlambatan ini, atas nama redaksi kami mohon maaf.
Tanpa terasa, Warta Kring kita ini telah berusia 1 tahun sejak edisi perdana bulan Nopember 2007 yang lalu. Sudah banyak kita berbagi cerita dan artikel, namun redaksi yakin, Warta Kring kita ini masih jauh dari sempurna, hanya yang menggembirakan kita semua akhir-akhir ini adalah makin banyak teman-teman yang berpartisipasi mengirimkan artikel sehingga Warta Kring kita menjadi lebih berwarna, dan ini merupakan hasil kerja teman-teman yang menggembirakan dan membanggakan kita semua.

Pembaca terkasih dalam edisi kali ini, redaksi ingin mengajak anak-anak kita untuk m mengirimkan buah karya berupa puisi dan gambar dengan tema ”Ulang Tahun”, yang selanjutnya masing-masing akan dipilih 3 buah karya yang akan kita tampilkan dalam Warta Kring edisi Januari 2009 yang akan datang dan untuk karya yang terpilih, redaksi menyediakan bingkisan yang menarik. Jadi, ayolah, redaksi menunggu karya terbaik dari adik-adik kita. Kapan lagi?

Wednesday, October 1, 2008

Greetings !

Salam Damai dalam Kristus,

Pembaca terkasih, tanpa terasa kita sudah memasuki bulan Rosario lagi, artinya di kring kita ngumpulnya makin sering, yang utamanya untuk bersama-sama berdoa Rosario.
Namun sebagian dari kita terkadang tidak mengerti makna dari doa Rosario itu apa sih?
Pada kesempatan yang baik ini, Redaksi ingin menyampaikan kepada para pembaca terkasih, sebuah artikel mengenai Rosario yang di kirim oleh Yanti sahabat kita. Semoga artikel ini membuat kita semakin memahami makna doa yang kita selalu doakan setiap hari dalam bulan Rosario ini.

Monday, September 1, 2008

Greetings

Salam Damai dalam Kristus,

Pembaca terkasih adalah satu cerita di mana 3 orang anak sedang mengikuti lomba Olimpiade Matematika di sekolahnya. Sebelum lomba di mulai salah seorang anak tampak berdoa dengan khusyuk. Setelah lomba berakhir ternyata anak yang berdoa sebelum lomba itu keluar sebagai pemenang. Salah seorang temannya bertanya, ”Tadi sebelum berlomba kamu berdoa supaya menang ya?” Anak itu menjawab ,”Tidak ! saya berdoa kepada Tuhan supaya kalau kalah saya tidak menangis.”

Memang menghadapi suatu kekalahan tidaklah mudah, terutama bila kita belum menyiapkan diri dan hati kita, merasa malu, marah dan kecewa, lalu sering kita mencari kambing hitamnya.
Tidak heran kalau kemudian kebanyakan orang yang tidak mau menerima kekalahan dan justru dapat mendorong seseorang berbuat kesalahan baru.
Lalu, bagaimana kita bersikap agar tidak tenggelam dalam kekalahan, rasa malu, marah dan kecewa?


Pertama, terimalah kekalahan sebagai bagian dari kehidupan. Jangan ulangi kesalahan yang sama dan belajarlah untuk memperbaikinya sehingga di lain waktu kita bisa berbuat lebih baik lagi.
Kedua, anggaplah suatu kekalahan sebagai sarana bagi kita untuk belajar bersikap rendah hati dan percaya kepada Tuhan bahwa apapun kejadiannya Tuhan pasti punya rencana yang lebih indah buat kita.

Kekalahan terbesar adalah ketika kita tidak bisa menerima kekalahan tersebut.

Friday, August 1, 2008

Greetings !!!

Salam Damai dalam Kristus,

Pembaca terkasih, dalam hidup kita terkadang kita menemui kendala sehingga kita jadi agak tidak bersemangat, nah salah satu vitamin dalam menyemangati kita adalah kalimat-kalimat inspiratif, yang bisa datang dari siapa saja. Salah satu kalimat inspiratif yang saya baca di sebuah majalah yang mengatakan ”Hidup ini adalah perjuangan, maka mulailah hari dengan 3 hal, bekerja, berdoa dan berharap.”

Disana sang tokoh menjelaskan kenapa berdoa diurutkan pada urutan ke-2, bukan pertama, karena Tuhan akan menghargai orang yang telah berjuang. Dan hidup memang adalah serangkaian perjuangan, berjuang untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Sebagai contoh, berjuang untuk memiliki rumah, mobil idaman atau sekedar melintasi jalanan yang macet saat mengantar anak ke sekolah. Tak ada satupun anugerah yang turun begitu saja dari langit, berdoa dan berharap saja tidaklah cukup, apalagi jika hanya menyesali nasib. Dunia ini memang keras !

Tuesday, July 1, 2008

Salam Damai

Salam Damai dalam Kristus,

Pembaca, liburan sekolah sudah usai. Liburan tengah tahun berarti sudah melewatkan setengah perjalanan kita di tahun 2008. Sekarang saatnya untuk melanjutkan kegiatan-kegiatan rutin kita dengan semangat yang lebih baru. Bagaimana dengan pencapaian kita sejauh ini, apakah sudah sesuai dengan target atau resolusi kita di awal tahun. Hari-hari begitu cepat berlalu. Seringkali ide-ide yang kita rencanakan kita di awal tahun tidak jadi atau sebagian terealisasi karena tergulung kesibukan rutin yang terus menerus datang. Apakah kita sudah mengadakan perubahan, atau kita hanya berjalan di tempat ? Banyak dari kita mengharapkan perubahan terjadi karena sesuatu yang lebih besar terjadi di luar diri kita. Tanpa itu, terkadang kita lupa untuk melakukan sesuatu.

Ingin berbuat sesuatu bagi orang lain, menunggu di ajak teman, padahal kita bisa menjadi orang yang mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu. Mau segera di promosikan ? Pastikan diri kita bisa di andalkan dalam segala situasi dan kondisi. Sudah mencapai apa di pertengahan tahun 2008 ini ? Pastikan rencana yang ada akan kita wujudkan hari ini.

Sunday, June 1, 2008

Liburan !

Salam Damai dalam Kristus,

Pembaca terkasih bulan Juni & Juli adalah bulan yang paling menyenangkan buat keluarga, anak-anak sudah menyelesaikan kewajibannya menuntut ilmu dan telah dengan baik mengerjakan ujian-ujiannya, dan ini saatnya .............Liburan ! Ya, karena di jaman ini memang kita orang tua memang harus pandai-pandai memilih dan mengatur waktu agar dapat menyesuaikan liburan kita dengan jadwal liburan anak-anak kita.

Jujur saja, walaupun kita tahu kapan jadwal liburan itu, hanya sedikit diantara kita yang mengalokasikan biaya untuk liburan. Liburan kita sering kali tidak terencana, hanya sekedar memenuhi tuntutan mengisi hari libur putra-putri kita sehingga terkadang pengeluaran kita jadi tak terkendali.

Ada baiknya kita merencanakan liburan kita sejak awal tahun, sesuai dengan budget yang realistis disisihkan dari penghasilan. Esensi liburan memang bukan seberapa jauh kita bisa bepergian, tapi seberapa santai dan menyenangkannya kita menikmati hari-hari tanpa harus memikirkan rutinitas yang mengikat itu. Selamat Liburan !!!!!!

Thursday, May 1, 2008

Greetings di Bulan Maria

Salam Damai dalam Kristus,

Pembaca terkasih, Tanpa dirasa tahun 2008 sudah memasuki bulan Mei, bulan yang dalam kalender Liturgi kita adalah bulan Maria, di bulan ini kegiatan menggereja kita diisi dengan kegiatan doa Rosario.

Di bulan ini kita meneladani apa yang dilakukan Bunda Maria, dengan renungan doa Bunda Maria belajar memahami misteri Kristus meyadari tempatnya yang luar biasa dalam kebijaksanaan dan kesederhanaan Penebusan.

Hanya dengan menjadi dekat dengan “misteri Kristus” yang mencakup misteri Maria, kita juga akan dapat memahami kedudukan kita dan panggilan kita yang sesungguhnya dalam dunia yang telah ditebus ini. Nilai doa Rosario dapat ditemukan dalam pemusatan pikiran pada misteri penyelamatan Penebusan oleh Kristus. Rosario memungkinkan kita mengikuti perkembangan Maria, pertumbuhan kehidupannya dalam iman dan harapan.

Doa Rosario mengajar kita meneladani keputusan fiat dari teladan “khusus” yang diberikan Maria, dan bagaimana mengucapkan persetujuan pribadi ini terhadap berbagai tahap kehidupan kita, dalam sukacita, penderitaan, dan dalam kemenangan. Pembaca terkasih, marilah kita mengarahkan perhatian dan pikiran kita kepada Rosario. Karena apa yang sesungguhnya kita ucapkan kepada Maria, melalui doa penuh kekhusukan batin, tidak lain adalah ucapan “terima kasih”.

Tuesday, April 1, 2008

Greetings From Daniel

Salam Damai dalam Kristus,

Pembaca yang terkasih,

Redaksi ingin berbagi cerita, suatu cerita yang cukup menarik tentang kekhawatiran.

Adalah seorang bernama Daniel, berkunjung ke sahabat lamanya, seorang petani. Setibanya ia di sana, ia terkejut melihat penderitaan sahabatnya. Maka, bertanyalah Daniel, ”Sahabatku apa yang terjadi ? Apakah panenmu tahun ini gagal ?”

”Aku tidak mempunyai hasil apa pun tahun ini,” jawab sahabatnya dengan sedih. ” Oh, maafkan aku, tapi tidakkah kamu mendapatkan hasil dari pohon-pohon kapasmu ?” tanya Daniel penuh rasa iba.

” Tidak, karena aku tidak menanam pohon kapas satu pun, aku takut kutu-kutu yang ada di benih kapas merusak pohon-pohon yang akan tumbuh itu,” jawab petani itu. ”Lalu bagaimana dengan gandummu ? Biasanya panen gandummu sangat bagus....,” sambung Daniel. ”Aku tidak menanam gandum juga, karena kupikir tahun ini tidak akan turun hujan,” jawabnya sedih.

”Kalau begitu, apakah kamu menanam kentang ?” tanya Daniel penuh harap. ”Tidak, aku tidak menanam kentang juga, karena takut belalang akan menyerang dan memakan habis tanaman kentangku,” jawabnya kemudian. Kini Daniel mengerti mengapa sahabatnya tidak mendapatkan hasil panen apa pun tahun ini. Rupanya petani tersebut terlalu mengkhawatirkan segala sesuatu dalam hidupnya, sehingga ia tidak melakukan apa pun, yang akibatnya ia tidak mendapatkan apa pun.

Nah, pembaca apakah kita terkadang melakukan hal yang sama dengan si Petani itu? Mungkin kita bisa memetik sesuatu dari cerita di atas, yaitu serahkanlah kekhawatiran kita pada Tuhan, dan biarlah sebagai umatNya kita tetap berusaha.

Saturday, March 1, 2008

Gong Xi Fa Cai 2559

Salam Damai dalam Kristus,

Pembaca yang terkasih,

Bulan Februari 2008 ada dua moment yang bisa di rayakan bersama, yaitu pada tanggal 7 Februari 2008 adalah perayaan Tahun Baru Imlek dan tanggal 14 Februari 2008 adalah hari raya Valentine yang terutama lebih dirayakan oleh kaum muda.

Imlek di tahun-tahun belakangan ini terasa cukup meriah, terutama karena adanya dukungan pemerintah yang menjadikan Imlek sebagai hari libur Nasional. Bagi kita umat Katolik yang keturunan Chinese, banyak juga yang ikut merayakan Imlek, Imlek sendiri bukan perayaan keagamaan lebih merupakan tradisi. Untuk itu segenap Redaksi mengucapkan Gong Xi Fa Cai 2559 .

Untuk perayaan Valentine, bagi kaum muda inilah kesempatan untuk mengekspresikan rasa kasih sayang. Walaupun moment ini lebih banyak dirayakan kaum muda, tidak berarti buat yang sudah menikah tidak boleh mengekspresikan rasa kasih sayang kepada suami/istri dan anak juga teman-teman disekitar kita terutama teman-teman satu kring.

So Happy Valentine’s Day.

Friday, February 1, 2008

Happy Easter

Salam Damai dalam Kristus,

Pembaca yang terkasih,

Dalam suatu koran terbitan hari Minggu tanggal 2 Maret 2008, redaksi cukup tersentak membaca berita mengenai meninggalnya seorang ibu yang sedang hamil dan seorang anaknya karena kelaparan. Diceritakan bahwa keluarga tersebut sangat tertutup dan tidak pernah mengeluhkan kesusahannya kepada siapapun sehingga tetangga dan saudara tidak ada yang tahu, sampai terjadilah peristiwa yang begitu mengenaskan.

Apakah memang bantuan itu harus di minta dulu baru kita harus peduli, mungkin dengan adanya kejadian ini kita tahu itu bukan jawaban.

Dalam masa Pra Paskah ini kami anggap saat yang tepat untuk mengajak Anda, terutama lebih peduli lagi dan lebih peka terhadap kesusahan warga di sekitar kita, agar tidak terjadi lagi kejadian yang memilukan yang menimpa keluarga ibu dan anak tersebut di atas.

Ayo kita sambut Paskah dengan berbuat hal-hal yang lebih baik lagi, untuk mengisi kekayaan batin kita. Happy Easter...................!!!!!

Tuesday, January 1, 2008

Greetings Tahun Baru

Salam Damai dalam Kristus,

Pembaca yang terkasih,

Tahun 2007 kemarin sudah kita tutup dengan manis, kita sudah meninggalkan ”souvenir” yang menyenangkan dengan bakti sosial kita, yang Puji Tuhan, berjalan dengan sukses di tandai dengan banyaknya warga kring yang berpartisipasi, baik dalam bentuk sumbangan berupa uang, sembako, alat tulis, maupun baju-baju layak pakai juga berpartisipasi saat mengantarkan tanda kasih itu kepada saudara/i kita yang membutuhkan.

Awal tahun memang saat yang tepat untuk melakukan pelepasan, meninggalkan semua yang jelek dan tidak baik di belakang kita, untuk itu pembaca terkasih dalam edisi Januari ini kami ingin mengajak Anda mengawali tahun baru dengan kreativitas penuh spirit dalam mematangkan kehidupan beriman kita, juga menjaga kebijaksanaan kita dalam menjaga relasi yang lebih berkualitas dengan keluarga, teman dan warga kring Santa Maria Immaculata tentunya, memikirkan pengembangan usaha maupun karier yang lebih baik sehingga kita bisa menyongsong tahun 2008 dengan lebih bergairah.

Buatlah hidup lebih indah, sebab rasa dan warna hidup ada di tangan kita !

Let’s get a new spirit !!!

Saturday, December 1, 2007

Greetings Akhir Tahun

Salam Damai dalam Kristus,

Pembaca terkasih, kita sudah memasuki bulan Desember, ditandai dengan ramainya hiasan Natal maupun acara Natal yang diselenggarakan di pusat perbelanjaan diiringi dengan lagu-lagu Natal sepanjang hari, berubahnya nada dering menjadi lagu-lagu yang berkisar di lagu-lagu Natal, dan masih banyak hal hal lagi yang mengingatkan kita karena begitu banyak yang memanfaatkan moment Natal dalam mengadakan acaranya. Dalam kesempatan yang baik ini, pembaca terkasih kami ingin ikut memanfaatkan moment Natal untuk mengingatkan kita apakah yang kita perbuat di tahun ini sudah jadi yang terbaik yang kita lakukan, apakah kita selain hanyut dalam kehidupan kerja, keluarga maupun teman-teman, kita masih sempat memikirkan orang-orang yang tidak seberuntung kita dan mencoba berbuat sesuatu, tidak perlu hal-hal yang besar mungkin hanya bersikap lebih baik kepada orang-orang yang bekerja di sekitar kita, memberikan perhatian dan dukungan kepada keluarga dan teman di lingkungan terdekat kita, atau memberikan sedikit bantuan kepada yang memerlukan, adalah hal-hal kecil yang bisa kita lakukan sendiri.

Pembaca terkasih, kring kita St. Maria Immaculata akan mengadakan aksi sosial yaitu mengumpulkan sedikit sumbangan yang akan kita berikan kepada teman-teman kita yang kurang beruntung sebagai tanda kasih kita kepada mereka, mari kita support dan dukung supaya acara ini dapat berjalan dengan sukses, tidak hanya karena jumlah tanda kasihnya yang besar tapi juga dalam kebersamaan kita saat memberikannya.

Salam Natal 25 Desember 2007 dan Tahun Baru 01 Januari 2008, mari kita buat yang lebih baik lagi di tahun depan.

Thursday, November 1, 2007

Greetings Perdana

Salam Damai dalam Kristus,

Puji Tuhan, karena kasih-Nya mulai bulan ini kita menerbitkan Warta Kring, sebagai wadah kita memberikan kabar-kabar terbaru tentang semua kegiatan kring, antara lain untuk edisi ini kita ingin memberitahukan kepada semua warga bahwa sudah ada pergantian kepengurusan kring, pengaktifan kembali latihan koor, ada penambahan anggota baru, ataupun sekedar ucapan selamat ulang tahun untuk warga kring kita.

Dalam edisi perdana ini kita ingin mengucapkan terima kasih kepada Ketua Kring Santa Maria Immaculata Bpk. A. J. Hari Susanto beserta Pengurus Kring masa Bakti 2005-2007 yang telah mengembangkan kring kita sehingga bisa tumbuh dengan baik dalam kebersamaan.

Untuk Ketua Kring yang baru Bpk. Ignatius Halim T. beserta jajaran pengurusnya kami ucapkan Selamat Berkarya untuk menjaga kebersamaan yang sudah terbina dan membuatnya menjadi lebih baik lagi.. Tuhan Memberkati. Amin.